Alhamdulillah setelah sekian lama berjalan, kali ini kami ingin mengkonsep mengenai pemberdayaan sosial masyarakat khususnya di bidang kebersihan yakni pengelolaan pembuangan sampah perumahan dengan skema model bisnis yang baru dan berbeda dengan yang sudah ada (existing). Kami menyebut gerakan ini sebagai gerakan BanyuResik!
Seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan manusia, akal dan ide kreatifnya untuk membuat hidup lebih baik akan membuat kita lebih hidup jauh lebih baik dari waktu ke waktu. Begitu pun juga dengan semangat BanyuResik dimana inovasi baru dalam gerakan pengumpulan sampah yang sistematis dan konsisten dengan terobosan baru yang akan dibuat bisa membuat masyarakat yang menjadi stakeholders kami akan terbantu.
Sekilas model bisnis BanyuResik
BanyuResik merupakan gerakan pengumpulan sampah masyarakat yang dimulai dari pembuangan sampah perumahan. Pada tahap awal Banyuresik membuat program sederhana sebagaimana usaha yang telah exist sebelumnya yaitu dengan membuang sampah perumahan, pada tahap berikutnya perumahan yang telah berlangganan jasa pembuangan sampah BanyuResik akan memperoleh hibah bak sampah gratis yang ditujukan untuk program pemilahan sampah terpadu bekerjasama dengan sponsor dari program CSR.
Buang sampah perumahan alih-alih bayar malah di bayar
Dimana coba ada program buang sampah gratis? Tidak ada. Sampah dibuangin malah di bayar? Apalagi, tidak ada. Nah, kita akan mencoba untuk memaksimalkan utilisasi value dari sampah agar bisa menjadi penghasilan transfer payment bagi rumah tangga. Disinilah PR nya. Bagaimana rumah tangga bisa mendapatkan cashback dari residunya. Tidak hanya dianggap sebagai sampah yang tidak bernilai dan justru menjadi cost.
BanyuResik mencoba untuk menggandeng perusahaan dalam penyaluran CSR yang terkait dengan lingkungan dan sosial masyarakat khususnya sampah. Program pemilahan sampah terpadu masih menjadi masalah yang melingkar pada kasus yang sama, itu-itu saja. Yaitu bagaimana konsistensi masyarakat bisa terjaga. Pada tahap awal memang masyarakat bisa menjalankannya dengan semangat, namun pada waktu-waktu berikutnya tidak adanya insentif membuat orang-orang jadi malas untuk mengikuti program pemilahan sampah. Disinilah problem yang ingin kami pecahkan mengenai bagaimana masyarakat bisa terpacu untuk melakukan pemilahan sampah yang konsisten dari waktu ke waktu.
Program gerakan pemberdayaan masyarakat di bidang sampah BanyuResik ini merupakan bagian dari amal usaha Paguyuban Banyumasan. Diharapkan adanya paguyuban atau perkumpulan ini bisa memberikan kontribusi yang positif baik bagi anggota khususnya ataupun bagi masyarakat pada umumnya.